![]() |
| Ketua Tim Penyusun Studi Kelayakan Pendirian Politeknik Negeri Sintang, Prof. Thamrin Usman. (kanan)_[Foto:tim] |
Dalam pemaparannya, Prof. Thamrin menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang merupakan daerah 3T yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan, hasil hutan, dan sumber daya tambang. Ia juga menyoroti bahwa wilayah timur Kalimantan Barat kini berada dalam antrean pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Kapuas Raya, dengan Sintang sebagai calon ibu kota. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut ketersediaan infrastruktur pendidikan tinggi yang kuat untuk menyiapkan tenaga kerja terampil.
Prof. Thamrin menekankan bahwa kehadiran pendidikan vokasi di Sintang merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi, memperluas kesempatan belajar bagi ribuan lulusan SMA/SMK setiap tahun, serta memperkuat kapasitas SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri lokal. Ia mengungkapkan bahwa rendahnya keterlibatan masyarakat lokal dalam posisi strategis industri selama ini disebabkan oleh terbatasnya kompetensi dan minimnya pendidikan vokasi yang relevan.
Berdasarkan kajian tim, pemilihan program studi didasarkan pada relevansi dengan potensi lokal, dukungan industri mitra, kesesuaian dengan nomenklatur DIKTI, serta kebutuhan tenaga kerja di masa depan. Dari analisis tersebut, ditetapkan tujuh program studi prioritas yang direkomendasikan untuk dibuka, yaitu:
• D4 Pengembangan Produk Agroindustri
• D4 Pengelolaan Perkebunan
• D3 Teknik Pertambangan
• D4 Teknik Manufaktur
• D4 Teknik Sipil
• D4 Teknik Pengendalian Pencemaran Lingkungan
• D4 Teknik Informatika
Ia menuturkan bahwa pendirian Politeknik Negeri Sintang diproyeksikan memberikan dampak positif signifikan, mulai dari peningkatan kualitas SDM lokal, pengurangan pengangguran lulusan SMA/SMK, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui riset terapan dan kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. Selain itu, politeknik ini juga diyakini mampu memperkuat daya saing daerah, khususnya di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Profil lulusan Politeknik Negeri Sintang dirancang untuk menghasilkan tenaga vokasi yang kompeten, berdaya saing global, tetap berakar pada kearifan lokal, serta memiliki karakter Pancasila.
“Secara keseluruhan, hasil kajian ini menunjukkan bahwa pendirian Politeknik Negeri Sintang sangat layak dilaksanakan, baik dari aspek akademik, kelembagaan, kebutuhan industri, keberlanjutan finansial, maupun dampaknya bagi pembangunan daerah,” tegas Prof. Thamrin. (tim)
.jpeg)