Jembatan Penghubung Lima Desa di Sintang Jadi Akses Vital Warga

Editor: Redaksi author photo

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni. (Foto:tim)
SINTANG, SN – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, menyoroti pentingnya keberadaan sebuah jembatan yang menjadi jalur utama penghubung bagi lima desa di wilayah setempat. Jembatan tersebut dinilai memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung mobilitas dan aktivitas harian masyarakat.

Menurut Juni, jembatan itu menghubungkan Desa Neran Baya, Sungai Buaya, Sungai Sintang, Batu Netak, dan Sungai Garong. Kelima desa tersebut setiap hari sangat bergantung pada satu-satunya akses tersebut untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut bukan hanya sekadar infrastruktur penghubung, tetapi juga menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di kawasan tersebut. Setiap hari, warga memanfaatkannya untuk berangkat ke sekolah, menuju tempat kerja, hingga mengakses fasilitas kesehatan yang berada di pusat pelayanan terdekat.

“Jembatan ini merupakan akses yang sangat penting bagi masyarakat di lima desa. Aktivitas sehari-hari mereka sangat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut, baik untuk sekolah, bekerja, maupun ke fasilitas kesehatan,” ujar Juni kepada media ini, Jumat (3/4/26).

Ia menambahkan bahwa jika terjadi kerusakan atau gangguan pada jembatan tersebut, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat, karena tidak ada jalur alternatif yang mudah dijangkau. Kondisi ini tentu dapat menghambat aktivitas ekonomi serta pelayanan dasar bagi warga di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Juni mendorong pemerintah daerah di Kabupaten Sintang untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Menurutnya, perawatan dan peningkatan kualitas jembatan harus menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar dan aman.

Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi di Kalimantan Barat dalam memastikan keberlanjutan infrastruktur vital tersebut. Dengan begitu, akses masyarakat antar desa tetap terjaga dan tidak menghambat pembangunan serta kesejahteraan warga di wilayah pedesaan. (TIM)

Share:
Komentar

Berita Terkini