![]() |
| Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak. (Foto:tim) |
Ia menegaskan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki tantangan masing-masing yang tidak bisa disamakan begitu saja. Oleh karena itu, perbandingan langsung antara pembangunan di daerah seperti Kabupaten Sintang dengan wilayah di Pulau Jawa dinilai kurang tepat, terutama dalam konteks pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya.
Yohanes menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang memiliki wilayah yang cukup luas dengan kondisi geografis yang beragam, mulai dari daerah daratan hingga kawasan yang sulit dijangkau. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi proses pembangunan yang membutuhkan waktu, biaya, serta perencanaan yang lebih kompleks dibandingkan daerah yang memiliki akses lebih mudah.
“Memang sering kita mendengar masyarakat membandingkan pembangunan di sini dengan di Jawa. Namun perlu dipahami bahwa kondisi kita berbeda, baik dari sisi geografis maupun tantangan lapangan,” ujar Yohanes Rumpak kepada media ini. Jumat (3/4/26).
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD terus berupaya memperjuangkan pemerataan pembangunan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan kondisi wilayah yang menantang. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah bagaimana pembangunan dapat berjalan secara bertahap namun tetap berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Yohanes mengajak masyarakat untuk tetap mendukung program pembangunan yang sedang berjalan serta memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis pembangunan di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sintang, dapat terus mengalami peningkatan.
Ia berharap masyarakat dapat lebih memahami kondisi nyata di lapangan, sehingga tidak hanya melihat dari sisi perbandingan, tetapi juga turut berperan dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah masing-masing. (tim)
.jpeg)